top of page

Apa Itu Penyakit Tetelo pada Ayam? Pengertian, Gejala, dan Cara Pencegahan

  • Gambar penulis: WasteX
    WasteX
  • 2 hari yang lalu
  • 5 menit membaca
Penyakit tetelo disebabkan oleh virus Newcastle Disease (ND) yang menginfeksi ayam
Ayam terkena penyakit tetelo/Newcastle Disease (ND)

Tetelo, atau dikenal juga sebagai Newcastle Disease (penyakit ND), memiliki tingkat penularan yang tinggi. Ia dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar apabila tidak segera dikendalikan.

Penyakit pada ayam ini disebabkan oleh virus Newcastle Disease Virus (NDV) yang menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf unggas.


Artikel ini akan mengupas tuntas untuk memahami apa itu tetelo, bagaimana gejalanya muncul, serta cara mengobati ayam tetelo dan mencegah penyebarannya sejak dini. 


Apa Itu Penyakit Tetelo pada Ayam?

Tetelo merupakan penyakit berat yang menyerang banyak sistem organ sekaligus. Ia disebabkan oleh virus dari kelompok Avian Orthoavulavirus 1 (sebelumnya disebut Avian Paramyxovirus 1), atau yang lebih dikenal sebagai NDV. 


Virus ini dapat menyerang berbagai macam unggas domestik, mulai dari ayam pedaging (broiler), ayam petelur (layer), hingga ayam kampung pada semua tingkatan umur sejak fase DOC (Day Old Chick) hingga ayam dewasa


Tingkat keparahan penyakit bergantung pada jenis strain virus, kondisi lingkungan, serta daya tahan tubuh ayam yang terinfeksi.


Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tetelo. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perawatan kepada ayam yang dapat merangsang nafsu makan dan mengurangi gejala yang dirasakan.


Mengapa Tetelo Berbahaya?

Penyakit tetelo termasuk salah satu penyakit unggas yang paling ditakuti peternak karena memiliki memiliki tingkat mortalitas (kematian) yang tergolong ekstrem, karena mampu membunuh 80% hingga 100% populasi ayam di dalam kandang hanya dalam hitungan hari.


Virus ini merusak tiga sistem vital ayam sekaligus, yaitu pernapasan, pencernaan, dan saraf. Penularan virus ini dapat terjadi sangat cepat melalui udara maupun peralatan kandang yang tercemar.


Bagi peternak ayam pedaging dan petelur, serangan tetelo memicu kerugian ekonomi yang masif akibat kematian massal dan penurunan produksi telur secara drastis. Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 121/KPTS/PK.320/M/03/2023 menyebutkan bahwa tetelo termasuk Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang wajib dilaporkan.


Gejala Penyakit Tetelo pada Ayam


Ayam dengan gejala penyakit tetelo
Ayam dengan gejala penyakit tetelo

Gejala Newcastle Disease dapat berbeda pada setiap ayam tergantung tingkat keparahan infeksi. Namun, secara umum gejalanya terbagi menjadi gangguan pernapasan, gangguan saraf, serta gangguan pencernaan.


1. Gejala pada Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering terdampak oleh virus NDV. 


Gejala pada sistem pernapasan paling sering muncul sebelum virus berhasil merusak sistem saraf pusat ayam. Berikut adalah ciri-ciri dan gejala gangguan pernapasan akibat tetelo pada ayam:

  • Ayam ngorok (stridor atau rales)

  • Megap-megap (gasping)

  • Batuk dan bersin secara berulang

  • Keluar lendir dari paruh dan hidung

  • Mata dan muka bengkak


2. Gejala pada Sistem Saraf

Ketika infeksi semakin parah, virus dapat menyerang sistem saraf. Berikut beberapa gejala khas yang sering ditemukan, meliputi:

  • Leher terpelintir (tortikolis atau tengeng)

  • Berjalan melingkar (circling)

  • Kelumpuhan kaki dan sayap

  • Tubuh bergetar (tremor)

  • Kehilangan koordinasi gerak (ataksia)


3. Gejala pada Produksi dan Kondisi Fisik

Selain merusak sistem pernapasan dan saraf, penyakit tetelo juga memengaruhi kondisi fisik dan produktivitas unggas secara keseluruhan.


Tanda klinis paling awal yang terlihat adalah penurunan nafsu makan (anoreksia) secara masif yang membuat tubuh ayam tampak sangat lesu dan lemas.


Seiring memburuknya infeksi virus pada saluran pencernaan, ayam akan mengalami diare encer berwarna hijau pekat atau kekuningan yang memicu penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Gejala diare ini merupakan salah satu indikator utama bahwa virus telah menginfeksi organ dalam unggas secara akut.


Cara Penularan Penyakit Tetelo

Penyakit tetelo dapat menular dengan sangat cepat melalui dua jalur utama masuknya virus ke tubuh ayam, yaitu inhalasi (terhirup melalui saluran pernapasan) dan ingesti (termakan melalui saluran pencernaan).


Penularan Melalui Saluran Pernapasan (Inhalasi)

Penularan melalui jalur inhalasi terjadi saat ayam sehat menghirup udara yang telah tercemar partikel virus NDV. Ayam yang terinfeksi akan melepaskan virus ke udara lewat droplet atau cairan pernapasan saat mereka bersin dan batuk.


Selain itu, kotoran ayam sakit yang mengering di lantai kandang sering kali hancur menjadi debu halus. Debu yang mengandung virus aktif ini kemudian terbang terbawa angin dan terhirup oleh sistem pernapasan ayam sehat di sekitarnya.


Penularan Melalui Saluran Pencernaan (Ingesti)

Penularan melalui jalur ingesti terjadi ketika virus tetelo masuk langsung ke dalam saluran pencernaan ayam sehat melalui pakan atau air minum yang terkontaminasi.


Ayam yang sakit mengeluarkan virus dalam jumlah besar melalui feses (kotoran) serta lendir paruhnya. Penularan silang sangat cepat terjadi saat ayam sehat tidak sengaja mematok lantai kandang, memakan pakan, atau meminum air yang sudah tercemar kotoran dan liur dari ayam yang terinfeksi.


Cara Mengatasi Ayam yang Terkena Tetelo

Cara mengatasi ayam yang terkena tetelo adalah dengan fokus pada tindakan lokalisasi penyakit, peningkatan imunitas ayam, dan pencegahan terjadinya komplikasi. Hal ini karena saat ini belum ada obat medis yang dapat mematikan virus ini.


Berikut adalah beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ayam yang terkena tetelo.


1. Pisahkan Ayam yang Terinfeksi (Isolasi & Karantina)

Ketika ditemukan ayam yang menunjukkan gejala tetelo, segera pisahkan dari kelompok yang sehat. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko penyebaran virus ke unggas lain sekaligus memudahkan pemantauan kondisi ayam yang sakit.


2. Berikan Perawatan Pendukung

Hingga saat ini belum tersedia obat yang secara spesifik membunuh Newcastle Disease Virus. Oleh karena itu pelu dilakukan penanganan yang berfokus pada perawatan pendukung untuk membantu proses pemulihan seperti:

  • Menyediakan air minum yang cukup

  • Memberikan multivitamin dengan kandungan C, E, dan B-kompleks

  • Menjaga konsumsi pakan tetap optimal

  • Mengurangi faktor stres di lingkungan kandang


3. Perkuat Biosekuriti Kandang

Biosekuriti merupakan langkah penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit. Beberapa tindakan yang dapat diterapkan meliputi:

  • Membersihkan kandang secara rutin

  • Melakukan desinfeksi peralatan

  • Membatasi lalu lintas orang dan kendaraan

  • Mengontrol keluar masuk unggas


Semakin baik biosekuriti yang diterapkan, semakin kecil risiko penyebaran penyakit ND di dalam peternakan.


4. Eutanasia dan Pemusnahan Bangkai

Ayam yang sudah mengalami gejala saraf stadium lanjut (kelumpuhan total atau tortikolis parah) sebaiknya segera dimusnahkan (culling). Bangkai ayam yang mati akibat tetelo wajib dibakar habis atau dikubur dalam-dalam di area steril agar tidak melepaskan miliaran partikel virus baru ke lingkungan sekitar peternakan.


Cara Mencegah Penyakit Tetelo pada Ayam

1. Lakukan Vaksinasi Secara Rutin

Vaksinasi pada ayam untuk menghindari penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND)
Vaksinasi pada ayam untuk menghindari penyakit tetelo

Vaksinasi merupakan metode pencegahan paling efektif terhadap Newcastle Disease. Pemberian vaksin ND secara rutin membantu membentuk kekebalan sehingga risiko infeksi dan tingkat kematian dapat ditekan.


Program vaksinasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis ayam, umur, dan kondisi peternakan.


2. Jaga Kebersihan dan Sanitasi Kandang

Manajemen dan kebersihan ayam kandang terjaga untuk mencegah penyakit tetelo Newcastle Disease
Kandang ayam bersih

Kandang yang bersih membantu mengurangi keberadaan mikroorganisme penyebab penyakit. Pastikan tempat pakan, tempat minum, litter, dan peralatan kandang dibersihkan secara berkala untuk mencegah akumulasi patogen yang dapat meningkatkan risiko ayam.


3. Batasi Kontak dengan Unggas Lain

Pemisahan kandang atau karantani terhadap ayam untuk mencegah penyakit tetelo Newcastle Disease
Pemisahan kandang ayam

Unggas liar maupun ayam dari peternakan lain dapat menjadi sumber penyebaran virus. Karena itu, hindari kontak langsung antara ayam peliharaan dengan unggas dari luar serta lakukan karantina sebelum memasukkan ayam baru ke dalam kandang.


4. Menjaga Kesehatan Ayam Melalui Nutrisi yang Baik

Pakan ayam bersih dan terjaga kualitasnya untuk mencegah penyakit tetelo Newcastle Disease
Pakan ayam bersih dan terjaga kualitasnya

Kondisi ayam yang sehat sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan kecukupan nutrisi. Berikan pakan yang seimbang sesuai kebutuhan fase pertumbuhan dan pastikan kualitasnya tetap terjaga selama penyimpanan. Jika diperlukan, vitamin tambahan dapat diberikan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.


Sebagai pendukung kesehatan saluran pencernaan, biochar juga dapat ditambahkan ke dalam pakan dalam jumlah yang sesuai. Biochar membantu menciptakan lingkungan pencernaan yang lebih sehat sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.


Kesimpulan

Penyakit tetelo pada ayam atau Newcastle Disease merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh newcastle disease virus dan dapat menyerang sistem pernapasan, saraf, serta pencernaan ayam. Gejala yang umum ditemukan meliputi gangguan pernapasan, leher terpuntir, penurunan nafsu makan, hingga penurunan produksi telur.


Karena belum ada obat yang secara spesifik membunuh virus penyebabnya, pengendalian penyakit lebih difokuskan pada isolasi ayam yang sakit, perawatan pendukung, dan penerapan biosekuriti yang baik. Pencegahan melalui vaksinasi rutin, sanitasi kandang, pembatasan kontak dengan unggas lain, serta pemenuhan nutrisi yang baik tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi ternak dari penyakit tetelo.

 
 
 

Komentar


bottom of page