Cara Menjaga Kesehatan Ternak di Cuaca yang Tidak Menentu
- WasteX

- 25 Mei
- 3 menit membaca

Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan besar bagi peternak di berbagai wilayah Indonesia. Pagi hari bisa terasa sangat panas, lalu berubah menjadi hujan deras pada sore hari.
Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan ternak dan produktivitas peternakan. Jika kesehatan ternak tidak dijaga, peternak bisa mengalami kerugian akibat penurunan bobot hewan, gangguan reproduksi, hingga kematian ternak.
Dampak Cuaca Tidak Menentu terhadap Hewan Ternak
Cuaca yang berubah cepat membuat tubuh ternak harus terus beradaptasi.
Saat siang hari terlalu panas, hewan bisa mengalami heat stressĀ atau stres panas. Sebaliknya, kelembapan tinggi saat hujan deras dapat memicu pertumbuhan bakteri, jamur, dan parasit di kandang.
Beberapa dampak yang paling sering terjadi antara lain:
Penurunan nafsu makan
Produksi susu atau telur berkurang
Gangguan pernapasan
Risiko penyakit kulit meningkat
Pertumbuhan ternak melambat
Ternak lebih mudah terserang infeksi
Cara Menjaga Kesehatan Ternak Saat Perubahan Cuaca
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kesehatan ternak selalu terjaga ketika musim tak menentu.
1. Menjaga Kebersihan dan Sanitasi Kandang

Kandang yang lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri, jamur, dan parasit berkembang. Karena itu, menjaga sanitasi kandangĀ tidak hanya dilakukan melalui pembersihan rutin, tetapi juga perlu didukung dengan desain kadang yang baik terutama ventilasi dan sirkulasi udara yang lancar.
Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih, memperlancar pertukaran udara, serta menurunkan penumpukan gas amonia di dalam kandang yang dapat mengganggu kesehatan ternak, khususnya sistem pernapasan.
Selain itu, peternak juga perlu memastikan kandang memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air serta menjaga alas kandang atau litterĀ tetap kering.Ā
Peternak juga dapat menggunakan biochar sebagai solusi tambahan untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kandang. BiocharĀ merupakan material kaya karbon mirip arang hasil pembakaran biomassa melalui proses pirolisis.

Dalam sistem peternakan, biocharĀ mampu membantu menyerap kelembapan berlebih yang berasal dari kotoran, tumpahan air minum, dan uap air dalam kandang sehingga kondisi litterĀ tetap kering dan higienis.
Biochar juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara kandang dengan mengadsorpsi gas amonia (NH3) yang terbentuk dari limbah ternak serta menahan senyawa amonium (NH4+)Ā di dalam litter.Ā
Selain itu, sifat basa pada biochar membantu menstabilkan pH litter sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coliĀ dan salmonella.
Dengan kondisi kandang yang lebih kering, bersih, dan stabil, penggunaan biochar dapat menjadi bagian dari strategi sanitasi dan pemeliharaan kandang yang lebih optimal.
2. Memberikan Pakan Bernutrisi dan Pemeriksaan Rutin
Saat cuaca tidak menentu, sistem imun ternak cenderung menurun. Karena itu, pemberian pakan bernutrisi seimbang sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh hewan tetap stabil.Ā
Pakan ternak yang baikĀ umumnya mengandung nutrisi penting seperti protein, lemak, mineral, dan vitamin untuk mendukung pertumbuhan, metabolisme, serta daya tahan tubuh ternak.Ā
Selain menjaga kualitas pakan, pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh dokter hewan juga penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.
Peternak disarankan melakukan vaksinasi rutin, pemberian vitamin, obat cacing berkala, serta pemantauan kondisi tubuh ternak untuk mencegah penyebaran penyakit.
3. Mengurangi Stres Panas pada Ternak
Kondisi suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ternak mengalami heat stressĀ (stres panas).Ā
Kondisi ini terjadi ketika tubuh ternak kesulitan menjaga suhu tubuh tetap stabil akibat paparan panas berlebih. Tubuh ternak mengeluarkan lebih banyak energi untuk menurunkan suhu tubuh dibandingkan untuk pertumbuhan atau produksi.Ā
Pada ternak unggas maupun sapi, stres panas dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, gangguan metabolisme, dehidrasi, hingga penurunan performa produksi. Pada unggas, heat stressĀ juga dapat meningkatkan angka kematian, menurunkan berat badan, serta memperburuk Feed Conversion RatioĀ (FCR).
Karena itu, peternak perlu menerapkan manajemen heat stressĀ pada ternakĀ melalui pengelolaan kandang dan lingkungan yang baik agar suhu serta kelembapan lebih stabil.Ā
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Memperbaiki sirkulasi udara dan ventilasi kandang agar suhu serta kelembapan tetap stabil
Menyediakan akses air minum yang cukup, bersih, dan berkualitas untuk mencegah dehidrasi
Memberikan area teduh maupun sistem pendinginan tambahan seperti kipas atau sprinkler untuk membantu menurunkan suhu tubuh ternak
Mengurangi kepadatan kandang agar ternak lebih nyaman dan panas tubuh dapat dilepaskan dengan lebih optimal
Mengatur waktu pemberian pakan maupun penanganan ternak pada pagi atau sore hari ketika suhu lingkungan lebih rendah untuk mengurangi tambahan stres akibat paparan panas
Melakukan pemantauan kondisi ternak secara rutin untuk mendeteksi tanda-tanda stres panas sejak dini seperti panting, lemas, atau penurunan konsumsi pakan sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum berdampak lebih serius pada kesehatan dan produktivitas ternak
Kesimpulan
Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi kesehatan ternak dan menurunkan produktivitas peternakan. Suhu panas berlebih, kelembapan tinggi, serta kondisi kandang yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko stres panas dan penyebaran penyakit pada ternak.Ā
Karena itu, peternak perlu menjaga sanitasi kandang, memberikan pakan bernutrisi, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, serta menerapkan manajemen heat stressĀ yang baik. Penggunaan biochar juga dapat membantu menjaga kondisi kandang tetap lebih kering, bersih, dan nyaman bagi ternak.




Komentar