top of page

Penggunaan Biochar Turunkan Emisi Padi hingga 80% dalam Studi Terbaru

Peneliti dari Universitas Diponegoro menggunakan ruang tertutup (closed chamber) untuk mengambil sampel gas
Peneliti dari Universitas Diponegoro menggunakan ruang tertutup (closed chamber) untuk mengambil sampel gas

GROBOGAN, JAWA TENGAH -  Sebuah studi lapangan di Jawa Tengah menunjukkan bahwa penggunaan biochar dalam budidaya padi mampu menurunkan total emisi gas rumah kaca hingga 80 persen, sekaligus meningkatkan hasil panen.


Efek ini bersumber dari berkurangnya emisi metana yang sangat drastis. Dibandingkan lahan kontrol, lahan dengan perlakuan biochar mencatat penurunan potensi metana dari 4.545 ke angka 803 kg setara CO₂ (CO2e) per hektar.


Selain dampak iklim, penelitian tersebut juga mencatat adanya kenaikan produktivitas. Hasil panen naik sekitar 6%. Peningkatan ini didukung jumlah anakan yang lebih banyak, mencapai sekitar 20 per tanaman. Selain itu, tanaman padi yang memakai biochar juga lebih tinggi dengan tinggi rata-rata 74 cm.


Berlokasi di Grobogan, Jawa Tengah, penelitian ini dilakukan pada Mei - Agustus 2025 di sawah seluas 3.600 meter persegi. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, WasteX, dan Universitas Diponegoro.


Bank Indonesia menginisiasi proyek tersebut guna menciptakan standar pertanian rendah emisi yang mudah diterapkan, sekaligus menyelaraskan ketahanan pangan nasional dengan target mitigasi perubahan iklim.


Dalam inisiatif tersebut, WasteX berperan memasok biochar sekam padi berkualitas tinggi serta memberikan pelatihan teknis mengenai cara charging dan aplikasi biochar.


Biochar diaplikasikan dengan dosis 4 ton per hektar yang dicampur dengan kompos. Guna memastikan akurasi data, lahan uji coba maupun lahan kontrol juga menggunakan dosis pupuk yang sama.


Intervensi ini menjadi solusi atas kebutuhan mendesak di sektor lingkungan, mengingat budidaya padi saat ini menyumbang 34 persen dari total emisi gas rumah kaca sektor pertanian di Indonesia.


Jika 10 persen sawah di tanah air mengadopsi model ini, Indonesia berpotensi memangkas hingga 7 juta ton setara CO₂ setiap tahunnya.


Langkah ini dapat memangkas 15 persen dari total emisi industri beras Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa biochar adalah solusi nyata yang memberikan beberapa manfaat sekaligus: menjaga iklim dan meningkatkan produktivitas sawah.

 
 
 

Komentar


bottom of page