top of page

10 Tips Jitu Agar Kandang Ayam Tidak Bau

Kandang ayam yang bau tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan ternak dan produktivitas peternakan. Oleh karena itu, penting bagi setiap peternak ayam untuk mengetahui cara agar kandang ayam tidak bau.


Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat membuat kandang ayam tidak berbau dan juga sehat untuk ternak dan warga sekitar.


Penyebab Bau Kandang Ayam dan Bahayanya

Bau kandang ayam disebabkan oleh tika faktor utama, yaitu kotoran ayam, pakan yang membusuk, dan bakteri dan jamur yang berkembang biak di dalam kandang.


Tidak hanya bau, bau dalam kandang juga mempunyai dampak kesehatan terhadap ayam dan manusia.

Peternak harus menjaga kandang ayam agar tidak bau untuk mendapatkan ternak yang sehat dan berbobot

Kotoran ayam mengandung amonia yang merupakan gas yang mudah menguap dan memiliki bau yang menyengat. Gas ini mengganggu kesehatan ternak ayam dan manusia dengan mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan iritasi mata dan kulit, dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan.


Pada ternak ayam, amonia dapat menyebabkan penurunan konsumsi pakan, menurunkan produksi telur, meningkatkan risiko penyakit pernapasan, dan meningkatkan tingkat kematian. Pada manusia, amonia dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru, serta meningkatkan risiko asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).


Maka dari itu, sangatlah penting untuk menjaga kondisi kandang ayam untuk mendapatkan ternak yang sehat dan berbobot ideal.


10 Tips Ampuh Agar Kandang Ayam Tidak Bau

1. Buat kandang yang sesuai dengan standar

Kandang ayam yang sesuai dengan standar akan memudahkan peternak untuk melakukan pembersihan dan perawatan. 


Kandang ayam yang ideal memiliki ventilasi yang baik, sehingga udara dapat bersirkulasi dengan lancar. Ventilasi yang baik akan membantu mengurangi kelembapan di dalam kandang, sehingga kotoran ayam tidak cepat membusuk.


Ventilasi kandang dapat berupa jendela, lubang angin, atau cerobong asap. Pastikan pula ukuran ventilasi sesuai dengan ukuran kandang.


Selain itu, kandang ayam juga harus memiliki ukuran yang sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Kandang yang terlalu sempit akan membuat ayam menjadi stres dan dapat menyebabkan bau yang tidak sedap.


2. Gunakan Alas Kandang yang Tepat

Alas kandang yang tepat dapat membantu menyerap air dan kotoran ayam, sehingga kandang tidak cepat bau. Beberapa jenis alas kandang yang dapat digunakan antara lain sekam, serbuk gergaji, atau jerami.

Sekam padi cocok sebagai alas kandang agar kandang ayam tidak bau

Sekam merupakan alas kandang yang paling umum digunakan karena mudah didapat dan harganya terjangkau. Sekam juga dapat menyerap air dan kotoran ayam dengan baik.

Serbuk gergaji juga merupakan alas kandang yang baik untuk menyerap air dan kotoran ayam. Selain itu, serbuk gergaji juga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.


Jerami merupakan alas kandang yang lebih alami dan dapat menyerap air dengan baik. Namun, jerami lebih cepat membusuk daripada sekam atau serbuk gergaji.


3. Campur Alas Kandang dengan Biochar

Biochar adalah material mirip arang yang dihasilkan dari proses pirolisis, yaitu penguraian bahan organik dengan suhu tinggi (200-900 derajat Celcius) tanpa adanya oksigen. 

Mencampur biochar dengan alas kandang dapat membantu kandang ayam agar tidak bau

Biochar memiliki beberapa manfaat yang membuatnya cocok digunakan sebagai campuran material litter di kandang ayam:

  • Menyerap air dan bau kotoran ayam sehingga tidak cepat membusuk dan mengeluarkan bau amonia yang menyengat. 

  • Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau. Hal ini karena biochar memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

  • Melepaskan bau secara perlahan. Biochar dapat menyerap bau dan melepaskannya kembali secara perlahan (bersifat desorpsi). Hal ini membuat bau tidak langsung menguap ke udara dan mengganggu lingkungan sekitar.


Menurut sebuah studi oleh WasteX, selain mengurangi bau, mencampurkan alas kandang dengan biochar juga dapat mengurangi kebutuhan sekam sebanyak 30%, menurunkan tingkat kematian ayam hingga 25%, dan menurunkan FCR hingga 5.9%.



Anda dapat membuat sendiri biochar dari sekam padi atau limbah litter yang sudah tidak terpakai lagi. Ada berbagai alat untuk membuat biochar, dari teknologi sederhana manual untuk pengolahan jumlah kecil hingga alat otomatis berukuran medium hingga besar untuk produksi lebih besar. 


4. Bersihkan Kandang Secara Rutin

Hal yang paling penting untuk dilakukan agar kandang ayam tidak bau adalah dengan membersihkannya secara rutin. Kotoran ayam harus dibersihkan setiap hari atau setidaknya dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Kotoran ayam yang tidak dibersihkan secara rutin akan membusuk dan mengeluarkan bau amonia yang menyengat.


Untuk membersihkan kotoran ayam, peternak dapat menggunakan alat bantu seperti sekop, sapu, atau mesin pembersih kandang. Kotoran ayam yang sudah dibersihkan bisa dibuang, atau digunakan sebagai pupuk.


5. Gunakan Bahan Alami Untuk Menghilangkan Bau

Beberapa bahan alami dapat digunakan untuk menghilangkan bau pada kandang ayam, antara lain cuka, kapur, kayu manis, dan daun sirih.


Cuka dapat digunakan untuk menghilangkan bau dengan cara menyemprotkan larutan cuka ke dalam kandang. Kapur dapat digunakan untuk menghilangkan bau dengan cara mengoleskan kapur ke dinding kandang. 


Sementara itu, kayu manis dan daun sirih juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau dengan digantung di kandang ayam.


6.  Berikan Pakan yang Berkualitas

Pakan yang diberikan kepada ternak sangat berpengaruh terhadap kesehatan ayam dan juga kondisi kandang.

Memberikan pakan yang berkualitas dapat membantu agar kandang ayam tidak bau

Pertama, pakan berkualitas mengandung serat yang cukup, sehingga dapat membantu ayam menyerap nutrisi lebih efisien. Hal ini dapat mengurangi jumlah kotoran yang dihasilkan ayam, sehingga mengurangi bau di kandang.


Pakan yang baik juga mengandung enzim pencernaan yang dapat membantu ayam mencerna makanan lebih baik. Hal ini dapat mengurangi jumlah gas yang dihasilkan dalam proses pencernaan, sehingga mengurangi bau di kandang.


Selain itu, pemberian pakan berkualitas juga dapat membantu mengurangi risiko ayam terkena penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Penyakit saluran pencernaan dapat menyebabkan ayam mencret, yang dapat menimbulkan bau yang sangat menyengat.


7. Berikan Minum yang Cukup

Ayam membutuhkan air dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatannya. Air juga berperan penting dalam proses pencernaan ayam. Ayam yang kekurangan air akan kesulitan mencerna makanan, sehingga dapat menghasilkan kotoran yang lebih banyak dan berbau menyengat.

Berikan minum yang cukup untuk membantu agar kandang ayam tidak bau

Selain itu, air juga dapat membantu menetralkan amonia yang dihasilkan dari kotoran ayam. 


Oleh karena itu, pemberian air yang cukup dapat membantu kandang ayam agar tidak bau. Berikut adalah beberapa tips untuk memberikan air yang cukup kepada ayam:

  • Pastikan tempat minum ayam selalu terisi penuh dengan air bersih.

  • Berikan air minum yang dingin, terutama di daerah yang panas.

  • Gunakan tempat minum yang bersih dan higienis.

  • Bersihkan tempat minum secara rutin.


Ayam membutuhkan air dalam jumlah yang cukup, yaitu sekitar 1,5 liter per ekor per hari. Jumlah air yang dibutuhkan ayam dapat bervariasi tergantung pada usia, ukuran, dan aktivitas ayam.


8. Berikan Suplemen Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat bagi kesehatan ternak. Probiotik dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan ayam, sehingga ayam dapat menyerap nutrisi lebih efisien dan menghasilkan kotoran yang lebih sedikit dan tidak berbau menyengat.


Pastikan menggunakan probiotik yang berkualitas dan teruji klinis, sesuai dengan dosis yang dianjurkan, dan secara rutin.


Probiotik dapat diberikan kepada ayam dalam bentuk pakan, air minum, atau suplemen. Pemberian probiotik dalam bentuk pakan atau air minum lebih mudah dilakukan.


9. Tanam Tanaman Pengusir Bau di Sekitar Kandang

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menanam tanaman pengusir bau di sekitar kandang ayam. Tanaman-tanaman tersebut dapat menghasilkan aroma yang dapat menetralisir bau amonia yang dihasilkan dari kotoran ayam.


Misanya, bambu dapat menghasilkan aroma yang segar dan dapat membantu menetralisir bau amonia. Bambu juga dapat membantu mengurangi kelembaban di sekitar kandang ayam, sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Menanam bambu dapat membantu agar kandang ayam tidak bau

Melati dan sereh juga memiliki aroma yang kuat untuk menetralisir bau kandang ayam. Apapun yang akan Anda tanam, pastikan sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca lokasi kandang. 


10. Gunakan Peralatan dan Perlengkapan yang Bersih

Peralatan dan perlengkapan yang kotor dapat menjadi sumber bau. Oleh karena itu, gunakan peralatan dan perlengkapan yang bersih untuk merawat ayam Anda.


Cuci peralatan dan perlengkapan secara rutin setelah digunakan. Cuci peralatan dan perlengkapan dengan sabun dan air bersih.


Setelah itu, jemur peralatan dan perlengkapan di bawah sinar matahari. Sinar matahari dapat membantu membunuh bakteri dan jamur. Lalu, simpan di tempat yang bersih dan kering.


Kesimpulan

Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat menjaga kandang ayamnya agar tetap bersih dan tidak bau. Selain itu, kunci dari keberhasilan penerapan tips di atas adalah dengan melakukannya secara rutin. 


Kandang ayam yang bersih dan tidak bau akan meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar, kesehatan ternak, dan produktivitas peternakan. Selamat mencoba!

0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua

Comments


bottom of page