4 Cara Mengatasi Bunga Cabai Rontok pada Musim Kemarau

Bunga cabai rontok saat musim kemarau umumnya terjadi ketika tanaman mengalami stres akibat suhu tinggi, kekurangan air, atau ketidakseimbangan nutrisi. Jika dibiarkan, bunga yang seharusnya berkembang menjadi buah akan gugur sehingga hasil panen ikut menurun.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kenali dulu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya pada penjelasan di bawah ini.
Mengapa Bunga Cabai Rontok dan Apa Gejalanya?
Ada beberapa penyebab yang perlu diperhatikan ketika bunga cabai rawit atau jenis cabai lainnya mulai berguguran, yaitu:
Suhu terlalu panas: suhu siang di atas sekitar 32°C dapat meningkatkan risiko bunga rontok. Begitu pula di malam hari, suhu di atas 24°C juga dapat mengganggu pembentukan buah. Gejalanya biasanya terlihat dari bunga yang sudah terbentuk tetapi mengering, tidak berkembang menjadi buah, lalu jatuh.
Kekurangan air (kekeringan): musim kemarau membuat air di dalam tanah lebih cepat berkurang. Jika tanaman mengalami kekeringan, bunga dan bakal buah dapat gugur sebagai respons terhadap stres.
Kekurangan kalsium (Ca):Ā ketersediaan air sangat berkaitan dengan penyerapan kalsium oleh tanaman. Ketika air tidak cukup atau tidak konsisten, akar dapat kesulitan mengambil kalsium dari tanah dan mengirimkannya ke bagian tanaman yang sedang tumbuh.
Serangan hama kutu-kutuan: pada musim kemarau aktivitas hama kutu-kutuan seperti thrips, kutu kebul, dan kutu daun dapat meningkat yang menyebabkan kerontokan bunga hingga gagal berkembang.
4 Cara Mengatasi Bunga Cabai Rontok pada Musim Kemarau
Setelah mengetahui penyebabnya, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu tanaman melewati musim kemarau tanpa mengalami kerontokan bunga.
1. Atur Pengairan Agar Kelembapan Tanah Stabil

Lakukan penyiraman secara menyeluruh pada area perakaran dan sesuaikan frekuensinya dengan kondisi tanah, cuaca, serta jenis tanah. Misalnya, tanah berpasir biasanya lebih cepat kehilangan air dibandingkan tanah yang mampu menahan air lebih baik.
Berikut panduan umum frekuensi penyiraman berdasarkan fase pertumbuhan:
Fase semai (0-20 hari):Ā siram 1-2 kali sehari (sesuai kebutuhan dan lihat kondisi tanah) secara rutin untuk menjaga kelembapan media agar bibit tidak kering.
Fase vegetatif (21 hari - 2 bulan):Ā siram 1 kali sehari di pagi atau sore hari.
Fase generatif (>2 bulan): siram tanaman secukupnya saat kering dan cukup jaga kelembapan tetap stabil agar bunga dan calon buah tidak rontok.
Pemberian mulsaĀ juga sangat disarankan untuk membantu mengurangi penguapan air dari permukaan tanah, menjaga suhu tanah tetap stabil, serta membuat frekuensi penyiraman lebih efisien.
2. Gunakan Biochar untuk Membantu Menjaga Kelembapan Tanah

Saat musim kemarau, tanah cepat kehilangan air sehingga cabai rentan mengalami stres kekeringan yang dapat memicu bunga rontok. BiocharĀ dapat membantu menjaga kondisi tanah tetap stabil selama periode ini.
Biochar adalah bahan kaya karbon dari biomassa yang diproses dengan pemanasan minim oksigen. Struktur berporinya memberikan beberapa manfaat saat musim kemarau:
Menjaga kelembapan tanah:Ā pori-pori biochar membantu menahan air lebih lama sehingga tanah tidak cepat kering.
Membantu mempertahankan nutrisi:Ā permukaan biochar dapat menahan sebagian unsur hara sehingga tetap tersedia di sekitar akar saat tanaman menghadapi kondisi panas dan kering.
Menjaga kondisi tanah:Ā biochar dapat membantu memperbaiki porositas dan struktur tanah sehingga akar tetap memiliki ruang untuk berkembang meski tanah cenderung kering akibat musim kemarau.
Biochar bukan pengganti pupuk. Gunakan bersama pupuk atau bahan organik sesuai kebutuhan tanaman agar ketersediaan air dan nutrisi tetap terjaga selama musim kemarau. Anda bisa membaca artikel ini untuk mengetahui cara mencampurkan biochar dengan pupuk agar hasilnya maksimal.
3. Berikan Pupuk Kalsium & Kalium pada Tanaman Cabai

Saat tanaman cabai memasuki fase berbunga dan berbuah, kebutuhan kalsium dan kalium perlu diperhatikan, terutama saat musim kemarau. Hal ini karena ketersediaan air yang cukup membantu tanaman menyerap dan mendistribusikan kedua unsur ini.
Di musim kemarau, suhu tinggi meningkatkan transpirasi sehingga tanaman lebih cepat kehilangan air. Jika kebutuhan air dan nutrisi, terutama kalsium dan kalium, tidak tercukupi, tanaman dapat mengalami stres dan bunga lebih mudah rontok.
Kedua unsur ini bekerja sama dengan perannya masing-masing seperti berikut ini.
Kalsium (Ca):Ā membantu memperkuat dinding sel jaringan tanaman sehingga tangkai bunga dan buah menjadi lebih kokoh dan tidak mudah gugur.
Kalium (K): menjaga tanaman tetap segar (tidak stres terhadap cuaca) dengan membantu mengatur lalu lintas air, metabolisme, dan transfer karbohidrat. Selain itu, kalium juga memperlancar pengisian buah agar berbobot.
Untuk hasil yang optimal, perhatikan beberapa hal berikut saat mengaplikasikan kalium dan kalsium pada tanaman cabai:
Semprotkan kalsium ke daun/tangkai:Ā penyemprotan langsung pada daun dan tangkai bunga membuat kalsium lebih mudah terserap karena sifatnya yang lambat bergerak di dalam tanah.
Gunakan pupuk kalium di fase generatif:Ā saat tanaman cabai mulai muncul kuncup bunga, berikan pupuk kalium KNO3 Putih atau MKP untuk memperkuat tangkai bunga, merangsang pembentukan buah, serta meningkatkan bobot dan kualitas hasil panen.
4. Kendalikan Hama yang Menyerang Bunga Tanaman Cabai

Musim kemarau yang panas dan kering dapat meningkatkan aktivitas beberapa hama, seperti thrips, kutu kebul,Ā dan kutu daun. Hama ini dapat menyerang bunga dan pucuk cabai, menyebabkan bunga rusak, gagal berkembang, atau rontok.
Untuk mencegahnya, lakukan pemeriksaan rutin pada bagian bawah daun, pucuk, batang, dan bunga. Perhatikan tanda-tanda seperti bercak, daun mengeriting, perubahan warna, atau keberadaan serangga.
Anda bisa mengurangi serangan hama ini dengan memakai mulsa plastik perak hitam. Pasang sisi perak menghadap ke atas dan sisi hitam menghadap tanah. Pantulan cahaya dari permukaan perak dapat mengganggu aktivitas hama seperti thrips, kutu kebul, dan kutu daun sehingga mengurangi ketertarikannya untuk hinggap pada tanaman.
Jika hama sudah ditemukan, gunakan pestisida nabati dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian hama. Pilih bahan aktif nabati yang sesuai dengan jenis hama dan aplikasikan sesuai petunjuk penggunaan. Pengendalian sebaiknya dilakukan setelah hama teridentifikasi, bukan sekadar karena tanaman memasuki musim kemarau.
Kesimpulan
Bunga cabai rontok pada musim kemarau paling sering disebabkan oleh stres lingkungan seperti suhu tinggi dan ketersediaan air yang tidak stabil. Kondisi ini diperparah oleh gangguan nutrisi, kelebihan nitrogen, serta serangan hama dan penyakit sehingga bunga mudah gugur sebelum menjadi buah.
Penanganannya perlu fokus pada menjaga kelembapan tanah, pemupukan yang seimbang, serta pemantauan hama dan penyakit secara rutin. Penggunaan pembenah tanah seperti biochar juga dapat membantu menjaga struktur tanah agar tanaman tetap produktif di musim kemarau.





Komentar