Menurunkan Risiko Kematian Ayam Hingga 25% dengan Biochar
- WasteX

- 5 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 jam yang lalu

Dalam peternakan ayam, tingkat kematian ayam menjadi salah satu indikator utama yang menentukan keberhasilan usaha. Tingginya angka ayam mati dapat berdampak langsung pada kerugian finansial, mulai dari berkurangnya jumlah telur yang dihasilkan hingga menurunnya produktivitas daging.
Untuk menurunkan risiko tersebut, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui manajemen kandang dan lingkungan yang optimal. Salah satu solusi inovatif yang mulai banyak digunakan dalam peternakan ayam adalah penggunaan biochar.
Apa Itu Biochar dan Perannya dalam Peternakan Ayam
Biochar adalah material kaya karbon mirip arang yang dihasilkan melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan limbah organik seperti sisa pertanian atau kayu dalam kondisi oksigen terbatas.
Selama proses ini, senyawa volatil terlepas sehingga membentuk struktur berpori, sekaligus mengubah karbon menjadi lebih stabil dan tahan terhadap penguraian

Dari karakteristik tersebut, biochar banyak dimanfaatkan dalam industri peternakan ayam sebagai bahan pendukung untuk meningkatkan kualitas lingkungan kandang dan produktivitas ayam.
Hal ini karena biochar bekerja melalui beberapa mekanisme utama, yaitu:

1. Mengurangi Kelembapan
Struktur berpori biochar mampu mengurangi kelembapan litter pada kandang ayam dengan menyerap air yang berasal dari kotoran ayam, tumpahan air minum, dan uap air dalam kandang.
Dengan begitu, kondisi litter tetap kering dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit pada ayam seperti footpad dermatitis dan infeksi jamur.
2. Mengurangi Emisi Gas Amonia
Biochar tidak hanya mengikat gas amonia (NH₃) yang sudah terbentuk di udara melalui proses adsorpsi, tetapi juga mampu menahan senyawa amonium (NH₄⁺) di dalam litter, sehingga mengurangi pelepasan gas amonia ke kandang.
Hal ini membantu menjaga kualitas udara tetap baik dan aman bagi sistem pernapasan ayam, sehingga ayam tidak mudah sesak napas dan ngorok (suara napas kasar).
3. Menstabilkan pH Lingkungan
Proses pembentukan biochar melalui pirolisis membuat sifat biochar cenderung basa. Hal ini membantu menyeimbangkan pH litter sehingga menciptakan kondisi yang kurang ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab penyakit seperti E. coli dan salmonella.
Melalui ketiga mekanisme tersebut, biochar berperan dalam menciptakan lingkungan kandang yang lebih kering, bersih, dan stabil. Kondisi ini dapat mengurangi stres pada ayam, menekan risiko penyakit, serta berkontribusi dalam menurunkan tingkat kematian ayam.
Studi Kasus: Penurunan Risiko Kematian Ayam Hingga 25%
Biochar telah terbukti efektif menurunkan risiko kematian ayam melalui uji coba peternakan ayam di Jawa Barat.
Sebanyak 3.200 ekor ayam digunakan dalam uji coba ini, yang dibagi menjadi dua kelompok:
Kelompok kontrol (1.600 ekor ayam): menggunakan litter 100% sekam padi.
Kelompok perlakuan (1.600 ekor ayam): menggunakan campuran 90% sekam padi dan 10% biochar.
Hasil yang diperoleh menunjukkan dampak yang signifikan:
Tingkat kematian ayam pada kelompok kontrol: 6,56% (105 ekor ayam mati).
Tingkat kematian ayam pada kelompok perlakuan: 4,88% (78 ekor ayam mati).
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan biochar berhasil menurunkan kematian ayam hingga 25,7%.
Selain itu, terdapat peningkatan performa lainnya:
Penggunaan litter menjadi 30% lebih hemat.
Rasio konversi pakan (FCR) lebih efisien.
Performa produksi meningkat.

Dampak pada Produktivitas dan Keuntungan Peternak
Dengan menurunkan risiko kematian ayam, peternak dapat meningkatkan efisiensi usaha secara keseluruhan. Beberapa dampak positif yang dapat dirasakan antara lain:
Peningkatan produksi telur per tahun pada ayam petelur.
Pertumbuhan lebih optimal pada ayam potong dan ayam pedaging.
Penurunan biaya operasional akibat berkurangnya kematian.
Peningkatan efisiensi konversi pakan (FCR).
Integrasi Biochar dalam Usaha Ternak Ayam
Untuk mengoptimalkan manfaat biochar, peternak dapat mengaplikasikannya secara praktis dalam operasional kandang, antara lain:
Sebagai alas kandang
Biochar cukup disebar langsung pada alas kandang untuk membantu menjaga kondisi tetap kering dan mengurangi bau. Berdasarkan uji coba, penggunaan dengan perbandingan 9:1 (litter : biochar) dapat memberikan hasil yang optimal.
Sebagai campuran pakan
Biochar dapat dicampurkan ke dalam pakan dengan dosis sekitar 1-2% dari total berat pakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan melalui pengikatan zat berbahaya di usus, sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.
Meskipun membutuhkan modal awal untuk implementasi, penggunaan biochar dapat memberikan keuntungan jangka panjang, terutama dalam menghadapi meningkatnya permintaan pasar terhadap produk peternakan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Menurunkan risiko kematian ayam hingga 25% tidak hanya bergantung pada perawatan medis, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan dan sistem peternakan secara keseluruhan. Penggunaan biochar menjadi salah satu solusi inovatif yang mampu meningkatkan kualitas kandang, kesehatan ayam, serta efisiensi produksi.
Dengan pendekatan yang tepat, peternakan ayam tidak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.




Komentar